Kekurangan Infinix GT 10 Pro versi YANGPAS

Assalamualaikum,

Apa kabar sobat semua? Mudah-mudah tetap baik dan senantiasa dalam lindungan Allah.

Well, kalau ngomongin HP, Infinix GT 10 Pro yang waktu itu sempat viral karena speknya yang nggak wajar untuk harganya ini udah beberapa bulan nemenin dan jadi daily driver saya. Overall saya puas dengan performanya, dan berbagai macam skenario pemakaian saya pun disupport dengan baik oleh hp yang satu ini.

Sebagai catatan, saya bukan gamer ya, jadi jangan dibayangkan review ini dari sudut pandang orang yang nge game terus sepanjang hari. Kegiatan saya lebih banyak take video, editing, posting….somtimes gaming.

Jadi waktu ambil hp yang satu ini, ekspektasi saya sederhana, bagaimana semua pekerjaan saya itu bisa selesai di satu device, dan saya nggak perlu ngerogoh kocek terlalu dalam. So, dalam urusan yang satu ini, Infinix GT 10 pro ini sangat memenuhi ekspektasi saya. Dimana saya bisa take video, editing, dan langsung posting dari device yang sama. Yang artinya memangkas waktu kerja saya dan kebutuhan transfer data ke beberapa device yang berbeda.

Saya juga bisa nonton, edit dokumen, dan melakukan banyak pekerjaan lainnya dalam 1 buah device kecil ini. Yang tentunya sangat membantu bagi saya. Terakhir saya melakukan ini dengan sebuah device kecil tanpa harus berpindah-pindah adalah beberapa tahun lalu saat saya masih menggunakan oppo find 7. Setidaknya sebelum negara api menyerang dan membuat saya jadi malas membeli hp flagship.

But, nggak ada gading yang gak retak. Termasuk infinix GT 10 pro ini. Jangankan retak, ini garis-garisnya banyak di belakang….just kidding.

Dan di artikel kali ini, saya akan membahas kekurangan-kekurangan fatal pada infinix GT 10 pro, versi saya tentunya.

AI Gallery

Well, AI Gallery ini sebetulnya idenya ok menurut saya, dimana ada sebuah gallery yang secara otomatis akan mengklasifikasikan  seluruh image di device kita, dan membagi-baginya berdasarkan kriteria tertentu. Seperti face recognition, dimana dia memfilter image berdasarkan wajah yang ada di dalam foto. Menurut saya ini ok.

Tapi, entah kenapa AI Gallery ini malah memasukkan semua image di dalam device kita ke dalam showcase utama, tanpa filter. Jadi ketika kita buka AI Gallery, kita bakal lihat semua foto hasil jepretan kita bersanding dengan image-image ga jelas entah dari grup whatsapp yang mana. Belum lagi semua screenshoot, hasil downloadan dan segala macam gambar yang bahkan kita nggak tau sebelumnya tiba-tiba muncul disitu.

Ini tuh bikin AI Gallery ini jadi nggak seperti galeri, tapi lebih mirip tempat pembuangan akhir dimana seluruh image dari setiap sudut device kita ditumpahin dan diaduk-aduk jadi satu disitu. Dan ini sukses banget bikin saya menggunakan google photo lagi setelah sekian lama

AOD

Seandainya saya boleh nambahin lagi daftar urban legend atau misteri yang tak terpecahkan, mungkin AOD di infinix GT 10 pro akan saya masukkan ke dalam daftar. Karena jujur saja, setelah beberapa bulan pemakaian, saya masih belum berhasil menemukan dimana AOD pada infinix GT 10 Pro ini. Desain AOD manapun yang saya pilih, pengaturan apapun yang saya kombinasikan, tetap saja AOD nya nggak pernah muncul. Sehingga setiap kali saya lock screen, yang muncul hanya tampilan jam  atau grafis yang mirip AOD saja, itupun hilang dalam beberapa detik.

    Phone Cloner, power boost, dan beberapa fitur kecil lain

    Saya tau infinix mencoba membuat GT 10 pro ini jadi se-clean mungkin, sampai-sampai infinix ngembangin OS baru yang diberi nama XOS for GT. Tapi jujur aja, menurut saya ini terlalu clean, lebih clean lagi bisa-bisa hp ini jadi hp android generic yang Cuma pasang stock rom. Ada beberapa fitur standar infinix yang sebetulnya berguna justru malah di pangkas di hp yang satu ini, dan bikin pengalaman make hp ini jadi nggak asik.

    Walaupun ya, fitur tambahan buat gamingnya cukup ok. Seakan-akan infinix mau bilang ini hp pakenya buat gaming aja yoo. Cmon infinix, kan ga mungkin user pakai hp 24 jam Cuma nge game doang, bisa sering-sering nge-date sama dokter nanti.

    Sebagai contoh, salah satu yang sukses bikin saya bertanya-tanya adalah fitur power booster yang entah kenapa jadi mirip birokrasi indonesia yang suka belibet dan bertele-tele. Padahal ini fitur lama di infinix series, dimana kita bisa setting mode hemat daya untuk nyala otomatis dalam kondisi baterai beberapa persen. Atau kita bisa menyalakan langsung mode ini melalui tombol di control panel.

    Tapi di infinix GT 10 pro, untuk menyalakan mode ini, kita harus buka control panel, klik tombol power booster yang akan mengantarkan kita ke halaman setting, lalu disana kita bisa menyalakan mode ini dengen memencet tombol “enable power booster”. Amazing

    Pocket mode

    Nggak tau kenapa, walaupun pengaturan pocket mode ini ada di infinix GT 10 pro, tapi hp ini sering banget nelepon emergency, nyalain flash, dan ribut-ribut sendiri ketika dikantongin di saku celana. Entah ini pocket modenya nggak efektif atau hpnya kecentilan aja.

    Iklan

    Yang terakhir, untuk saat ini. Iklan. Entah kenapa, setelah beberapa kali OTA, hp yang waktu baru muncul janji bakal bebas iklan ini tiba2 masukin iklan di fitur search, dan ga bisa dimatiin pula, iklannya juga ngarahin kita buat install aplikasi film bajakan. Ini kan… menyalahi janji kampanye.

    Well, itu tadi daftar kekurangan infinix GT 10 pro, versi saya. Walaupun balik lagi, overall ini masih tetap ok dan saya jadikan daily driver saya. Tapi kekurangan-kekurangan yang saya sebutkan tadi, jujur aja bikin user experiencenya jadi nggak se asik itu.

    Kalau kalian sendiri yang udah pakai HP ini, apa kekurangannya menurut kalian?

    Saya fikri undur diri dulu, Wassalamualaikum wr wb.

    Tinggalkan Komentar

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    0
      0
      Your Cart
      Your cart is emptyReturn to Shop
      Scroll to Top